Beranda Bisnis Beberapa Hal Soal Franchise Yang Harus Anda Ketahui

Beberapa Hal Soal Franchise Yang Harus Anda Ketahui

18
0

Apa itu franchiseBeberapa Hal Soal Franchise Yang Harus Anda Ketahui – Salah satu pilihan alternatif untuk memulai bisnis adalah dengan bergabung dalam jaringan waralaba alias franchise. Format bisnis macam ini cukup banyak diminati karena dipandang lebih simple dan lebih cepat untuk mendapatkan hasil.

Tak heran jika format bisnis franchise biasanya akan dipilih oleh mereka yang tidak tau bagaimana cara untuk memulai sebuah usaha. Bukan sesuatu yang salah sih, karena memang ada cukup banyak keunggulan yang ditawarkan hingga orang tertarik untuk mencoba bisnis ini.

Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita mencari tau terlebih dahulu penjelasan soal apa itu franchise (waralaba).

Sistem Kerja Franchise Secara Garis Besar

Menurut Wikipedia, Franchise adalah sebuah konsep marketing yang diadopsi oleh sebuah organisasi untuk mengembangkan bisnis. Dalam konsep ini akan ada dua belah pihak. Yang pertama adalah franchisor sebagai pemilik waralaba, dan yang kedua adalah franchisee sebagai penerimanya.

Saat diimplementasikan, franchisor akan memberikan lisensi kepada franchisee, sehingga franchisee berhak untuk menggunakan kekayaan intelektual dari franchisor serta menjalankan model bisnis dari franchisor.

Artinya, franchisee diperbolehkan untuk menggunakan brand, serta menjual produk dan jasa yang sama persis dengan apa yang dimiliki oleh franchisor. Lengkap dengan prosedur-prosedur yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh franchisor. Bahkan bahan baku yang dibutuhkan pun akan langsung disuplai.

Sebagai gantinya, franchisee harus membayar sejumlah uang untuk membeli lisensi agar dapat menjalankan bisnis yang sama yang ditawarkan oleh franchisor.

Lisensi ini sendiri sifatnya tidaklah permanen. Dan biasanya akan punya jangka waktu rata-rata 5 sampai 10 tahun, tergantung kesepakatan bersama. Yang mana setelah jangka waktu tersebut, franchisee harus memperpanjang lisensi jika masih ingin menjalankan bisnis tersebut.

Contoh dari model bisnis macam ini antara lain adalah seperti Alfamart, Indomaret, Circle K, KFC, McDonald’s, hingga dealer-dealer kendaraan bermotor. Saat ini, bisnis franchise yang paling banyak diminati adalah untuk jenis produk makanan dan minuman.

Karena untuk kedua jenis produk ini, biasanya akan bisa mulai dijalankan dengan modal yang tak terlalu besar.

Biaya

Salah satu syarat utama untuk bisa memulai bisnis franchise tentu saja adalah soal biaya. Umumnya, ada setidaknya 2 jenis biaya yang harus dikeluarkan oleh franchisee:

  1. Biaya awal, biasanya meliputi hak untuk menggunakan brand / trademark, pengeluaran untuk membuat tempat usaha agar sesuai dengan ciri khas dan spesifikasi yang sudah ditentukan oleh franchisor, serta training dan pendampingan untuk menjalankan service agar sesuai dengan standar pelayanan yang ditentukan.
  2. Biaya royalti, yang biasanya akan dibayarkan setiap bulan oleh franchisee dari laba operasional yang didapatkan.

Beberapa franchisor mungkin akan menerapkan kebijakan yang berbeda-beda soal biaya-biaya tersebut. Sedangkan untuk besaran biayanya, akan bervariasi mulai dari yang paling murah di kisaran 10 jutaan rupiah, hingga miliaran rupiah hanya untuk biaya awalnya saja.

Keuntungan & Resiko

Keuntungan atau kelebihan yang paling bisa dirasakan adalah, kita tak perlu pusing menentukan arah bisnis serta strategi-strategi marketing termasuk soal promosi, branding, dan semacamnya untuk dapat meramaikan usaha. Karena semua hal itu biasanya sudah di handle oleh franchisor.

Terlebih lagi, biasanya kita akan mendapatkan training khusus agar siap untuk memberikan service yang sesuai dengan standar pelayanan yang ditentukan.

Sehingga nantinya, kita hanya perlu fokus soal bagaimana agar dapat melayani konsumen dengan baik. Terkhusus untuk franchise yang menawarkan produk makanan dan minuman, faktor lokasi juga bisa menjadi amat sangat penting.

Keuntungan lainnya adalah, umumnya kita akan lebih cepat mendatangkan konsumen dibandingkan dengan jika kita memulai usaha secara mandiri. Terutama jika ternyata brand yang kita pegang sudah sangat dikenal oleh masyarakat.

Contoh yang paling nyata adalah saat di Pekanbaru ada sebuah outlet Burger King yang baru saja dibuka. Konsumen yang mengetahuinya langsung ramai mengunjungi outlet tersebut hingga rela mengantri panjang.

Keunggulan bisnis franchise
Photo by: Arief Ramadhan

Disitulah kekuatan dari branding, yang juga menjadi aset terbesar dalam bisnis franchise. Inilah yang membuat persentase kegagalan bisnis franchise cenderung lebih kecil dibandingkan jika kita memulai bisnis dari nol secara mandiri.

Walau demikian, bukan berarti bisnis franchise tidak memiliki kekurangan dan resiko. Bukan kerugian ya, tapi resiko. Salah satu kekurangannya adalah soal inovasi. Dalam keadaan tertentu, inovasi akan dibutuhkan demi menjaga eksitensi bisnis kita.

Sayangnya, kita tidak bisa begitu saja menerapkan ide-ide yang kita anggap bisa menjadi sebuah inovasi dalam bisnis yang sedang dijalankan. Karena hal itu bisa saja dianggap sebagai sebuah pelanggaran dari perjanjian yang sudah dibuat oleh kedua belah pihak. Dimana akan ada sanksi tertentu yang menanti jika memang dianggap melanggar.

Bisnis waralaba yang minim inovasi biasanya juga bakal stuck dengan hasil yang segitu-segitu saja. Bahkan bisa terancam eksistensinya kalau hanya mengandalkan kekuatan hype yang sifatnya hanya sesaat.

Dalam keadaan demikian, franchise yang sudah redup popularitasnya perlahan sangat mungkin akan mati. Yang artinya para franchisee yang menjadi mitra bisnisnya pun juga terpaksa harus ikut gulung tikar.

Di sisi lain, kelemahan dari sisi tidak bebasnya penerapan ide tersebut akan menghalangi individu kreatif yang punya ambisi untuk menjadikan bisnisnya lebih besar.

Kesimpulannya, bisnis franchise akan cocok bagi mereka yang:

  • Punya modal besar.
  • Punya modal kecil namun tidak tau bagaimana untuk memulai atau mengembangkan usaha.
  • Ingin membuka usaha dan ingin cepat merasakan hasilnya.

Namun, bisnis ini tidak cocok bagi mereka yang:

  • Punya modal kecil namun punya ambisi untuk menjadi besar.
  • Individu kreatif yang kaya akan ide. Tak peduli apakah ia punya modal besar ataupun kecil.

Perlu dicatat bahwa walaupun bisnis waralaba menawarkan hasil yang cepat, konsistensi dalam berbisnis tetap harus dijaga agar hasil yang didapatkan tidak setengah-setengah. Karena konsistensi adalah hal paling mendasar yang harus dimiliki jika ingin menjalankan sebuah usaha dalam bentuk apapun. – vionlin.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here