Beranda Blogging Bedanya WordPress.com dan WordPress.org (Self Hosted)

Bedanya WordPress.com dan WordPress.org (Self Hosted)

176
0

Bedanya wordpress com dengan orgBedanya WordPress.com dan WordPress.org (Self Hosted) – WordPress adalah salah satu platform CMS (Content Management System) yang sangat populer digunakan untuk membangun sebuah website atau blog.

Ketika menyebut atau membahas soal WordPress, umumnya orang-orang akan merujuk pada WordPress.org (selanjutnya akan saya sebut sebagai wp.org) dan bukan WordPress.com (selanjutnya akan saya sebut sebagai wp.com). Hal inilah yang seringkali membuat orang awam menjadi bingung karena hampir pasti mereka akan mengira bahwa hanya ada satu WordPress di muka bumi ini.

Apa yang membuat mereka bingung adalah … tentu saja, perbedaan diantara keduanya. Dan mungkin juga mereka akan bingung untuk menentukan harus memilih yang mana.

Selain soal nama, keduanya memang memiliki beberapa kesamaan. Diantaranya adalah dari sisi tampilan halaman admin dan menu. Namun dari segi fitur, keduanya tidaklah sama.

Saya akan coba menjelaskan tentang hal ini sesederhana mungkin, tanpa menggunakan istilah-istilah yang bisa jadi akan membuat orang awam semakin pusing.

Lebih Bagus WordPress.org atau WordPress.com?

Kalau menurut saya, hal ini tergantung pada selera dan kebutuhan masing-masing. Dan untuk mempermudah dalam mengambil kesimpulan, maka mari kita membandingkan fitur-fitur yang dimiliki untuk melihat kelebihan dan kekurangan diantara keduanya.

1. Mana Yang Lebih Praktis?

Sederhananya, wp.com adalah platform gratisan untuk membuat blog seperti Blogger yang sudah saya bahas di posting sebelumnya. Untuk memanfaatkannya, kita hanya perlu mendaftar (membuat akun), dan kitapun bisa langsung menggunakannya.

Blog yang kita buat di wp.com akan memiliki akhiran (atau disebut juga sebagai subdomain) wordpress.com pada url alias alamat blog tersebut.

Sementara wp.org juga merupakan platform yang bisa kita manfaatkan secara gratis. Hanya saja, kita harus menyiapkan sendiri hostingnya, domainnya, dan menginstal sendiri aplikasi WordPress pada hosting yang sudah kita siapkan, sebelum akhirnya bisa digunakan.

Perbedaaan antara WordPress.com dan WordPress.orgNamun untuk saat ini, biasanya para penyedia hosting web sudah memberikan kemudahan untuk menginstal WordPress (.org) hanya dengan beberapa klik saja.

Lebih lanjut, tadi sudah disebutkan bahwa kita bisa memanfaatkan wp.com secara gratis, dengan catatan nama domain kita akan memiliki akhiran “wordpress.com”. Nah, jika kita ingin memiliki domain sendiri tanpa embel-embel wordpress.com …

… misalnya domainkamu.com, domainanda.net, dst. Ini disebut juga sebagai Top Level Domain (TLD) …

… Maka kita bisa melakukan upgrade ke layanan berbayar di wp.com. Mulai dari $4 per bulan hingga $25 perbulan.

Disini letak perbedaannya adalah, jika untuk wp.org kitalah yang mengelola sendiri website yang kita buat (mulai dari update, backup, hingga harus panik jika terdapat error karena berbagai hal, termasuk serangan dari orang usil), maka pada wp.com kita tak perlu ambil pusing soal itu.

Karena segala hal yang berkaitan dengan website kita sudah di handle oleh tim wp.com. Meski tentu saja, kita sendirilah yang harus membuat konten didalamnya.

2. Batasan Penggunaan

Jika kita memanfaatkan wp.com versi gratis, maka akan amat sangat banyak sekali pembatasan. Mulai dari harus menggunakan subdomain wordpress.com, batasan pemilihan theme (tampilan), hingga batasan untuk memonetisasi.

Memang sih, kita bisa membebaskan batasan-batasan tersebut secara bertahap dengan cara upgrade ke versi berbayar. Secara bertahap disini maksudnya adalah semakin tinggi level berlangganan yang kita pilih, maka akan semakin banyak pula batasan yang dihilangkan.

Lebih lanjut untuk urusan monetisasi, kita hanya bisa menggunakan atau memasang iklan banner dari WordsAds. Dan kita juga tidak bisa memanfaatkan wp.com untuk membangun sebuah situs e-commerce alias toko online.

Sementara untuk wp.org, kita bisa memanfaatkan situs kita tersebut sebebas-bebasnya. Mulai dari tampilannya, hingga pemanfaatannya (untuk blog, website company profile, hingga toko online, dll).

3. Kustomisasi

Untuk urusan tampilan, sebenarnya wp.com (versi gratis) dan wp.org (secara default) sama-sama memiliki pilihan theme yang amat sangat terbatas.

Di wp.com, kiita perlu melakukan upgrade untuk mendapat akses ke lebih banyak theme yang bisa dimanfaatkan. Sementara untuk wp.org, biasanya kita akan mendapat akses untuk menggunakan beragam theme yang disediakan oleh penyedia hosting.

Atau jika kita tidak puas, kita bisa dengan leluasa menginstal theme dari pihak ketiga yang bisa kita beli dari berbagai situs penyedia theme wordpress. Untuk melakukan hal yang sama di wp.com, kita wajib berlangganan pilihan plan tertinggi untuk mendapatkan keleluasaan tersebut.

4. Kontrol dan Fitur

Wp.org memungkinkan kita untuk melakukan kontrol penuh terhadap website yang kita buat. Kita bisa mengubah tampilannya dengan leluasa, menambahkan plugin-plugin untuk memperkaya fiturnya, hingga kita bisa mengoptimalkannya di search engine (Google atau yang lainnya).

Tentu saja, yang satu ini juga mesti kita set secara mandiri…

Sementara untuk wp.com, kita harus memilih plan versi tertinggi untuk mendapatkan semua keleluasaan yang dimiliki oleh wp.org. Meskipun sekali lagi, kita tak bisa memanfaatkan wp.com untuk membangun toko online.

Kesimpulan

Beberapa poin perbedaan antara wp.com dengan wp.org tersebut adalah berdasarkan apa yang saya ketahui. Kita harus sama-sama mengeluarkan biaya rutin untuk dapat memanfaatkan keduanya secara leluasa.

Hanya saja memang biaya yang dikeluarkan untuk membangun web berbasis wp.org bisa dikatakan lebih murah, serta lebih leluasa karena juga memungkinkan untuk membangun situs toko online.

Namun jika tak ingin ambil pusing untuk urusan maintenance, maka wp.com memang nampak lebih menarik. Dan perlu diketahui bahwa yang merepotkan saat menggunakan wp.org sejatinya bukanlah urusan maintenance. Kita akan dibuat pusing ketika terdapat error tertentu, itupun biasanya sangat jarang terjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here