Beranda Bisnis Kekuatan Brand Dalam Sebuah Bisnis

Kekuatan Brand Dalam Sebuah Bisnis

5
0

Kekuatan brandKekuatan Brand Dalam Sebuah Bisnis – Kesuksesan dalam urusan bisnis, entah dibidang apapun itu, pasti erat kaitannya dengan Brand yang diusungnya. Mustahil rasanya untuk bisa menjadi besar tanpa adanya brand.

Sebuah brand tidak harus menempel pada produk fisik. Karena menurut wikipedia, brand (atau bahasa Indonesianya adalah “merek”) adalah nama, desain, simbol atau hal lain yang menjadi identitas bagi suatu produk atau perusahaan. Secara garis besar, gunanya adalah untuk membedakan antara satu produk, dengan produk (atau perusahaan) lainnya.

Sayangnya, hal ini kurang disadari oleh para pegiat usaha kecil. Sehingga umumnya usaha mereka akan berkembang sangat lambat atau bahkan jalan ditempat.

Contoh sederhana …

Di pasar, ada tiga orang Ibu yang menitipkan roti pada beberapa warung yang tersebar di sana, untuk dijual. Produk roti yang dititipkan tersebut nampak serupa dan anggaplah semuanya punya tampilan yang sama dan rasanya sama-sama enak, sehingga membuat konsumen sulit membedakan.

Hingga kemudian, salah satu dari ketiga Ibu tersebut menempelkan sebuah kertas pada tiap kemasan roti yang dititipkannya. Kertas itu bertuliskan “Mei Bakery”, yang merupakan nama dari si pembuat rotinya. Sedangkan dua Ibu yang lain masih membiarkan produknya terbungkus tanpa merk atau keterangan apapun.

Apa itu brand dan manfaatnya

Karena sama-sama enak, ketiga roti ini selalu laris di pasaran. Suatu hari, datanglah beberapa pembuat roti lain yang juga menitipkan barang dagangannya pada warung-warung yang sama. Kompetitor pendatang baru ini ternyata membuat produk yang kualitasnya tidak bagus, dan kesemuanya juga dibiarkan tanpa merk.

Hal ini membuat semua roti yang dibiarkan tanpa merk, termasuk roti enak buatan dua Ibu di awal tadi, perlahan mulai stuck dan agak menurun penjualannya. Berbanding terbalik dengan roti dari Mei Bakery yang justru makin laris.

Alasan pertama adalah, konsumen sudah mengenal bagaimana kualitas roti buatan Mei Bakery. Sehingga, mereka tau harus membeli roti yang mana dan enggan mencoba yang lain.

Alasan kedua, konsumen bisa dengan mudah memberi petunjuk pada orang lain saat ingin titip beli. Dan alasan ketiga, konsumen bisa lebih mudah merekomendasikan roti tersebut pada koleganya, ditengah banyaknya roti tak bermerk lain yang ada di pasar.

Disinilah Salah Satu Kekuatan Brand Dalam Bisnis

Walau kadang dianggap sebuah hal yang sepele, nyatanya brand merupakan aset terbesar bagi sebuah badan usaha. Ketika sebuah brand sudah dikenal dan diterima dengan baik oleh masyarakat sebagai konsumen, maka brand tersebut punya peluang untuk besar.

Dan kenapa ia disebut sebagai aset terbesar? Karena brand yang sudah dikenal akan membuat konsumen lebih percaya terhadap produk atau jasa yang ditawarkan oleh si pemegang brand tersebut. Terlebih jika reputasinya terkenal baik.

Nah reputasi itulah yang menjadi modal besar. Sehingga, akan lebih mudah bagi si pemegang brand untuk memasarkan produk atau jasanya. Khususnya jika mereka meluncurkan produk jenis baru yang belum pernah dicicipi oleh siapapun sebelumnya.

Contoh dari betapa besarnya pengaruh sebuah brand, bisa kita lihat dari brand supercar dan hypercar (mobil dengan kemampuan luar biasa) seperti misalnya Ferrari, Koenigsegg, dan McLaren.

Ketiga brand ini merupakan produsen mobil super mahal mulai dari ratusan ribu hingga jutaan dollar. Namun yang mengherankan, produk mereka selalu laris di pasaran. Bahkan, McLaren Senna yang merupakan produk baru dan (saat itu) belum mulai diproduksi saja, sudah habis terjual.

Mobil ini rencananya akan diproduksi terbatas hanya 500 unit, dan batas kuota pembeliannya dengan sangat cepat terpenuhi setelah ia diperkenalkan ke publik.

Hal serupa juga terjadi pada Koenigsegg dengan produk baru Koenigsegg Jesko nya. Mobil dengan harga nyaris 3 juta USD ini langsung terpenuhi batas kuota pembeliannya hanya beberapa hari setelah dipamerkan.

Segila itu? Iya, itu karena reputasi yang sudah mereka pegang. McLaren sangat terkenal dengan akselarasinya yang superior dibandingkan supercar lain. Sedangkan Koenigsegg yang sebenarnya hanyalah “anak kemarin sore” di industri hypercar, sudah terkenal dengan top speed dan akselarasinya.

Mereka konsisten dengan karya mereka yang cemerlang pada produk-produk yang sudah ada, sehingga orang takkan berpikir panjang untuk membeli produk baru dari mereka. Walau harganya yang sangat mahal dan belum pernah diuji (oleh orang lain) sekalipun.

Bayangkan, jika saja brand mereka belum dikenal sehingga belum punya reputasi. Apakah mungkin respon pasar akan segila itu? Saya yakin mustahil. Apalagi dengan banderol harga yang fantastis. Kalaupun ada yang berminat, sebagian besar dari mereka pasti akan menunggu review dari orang atau media yang dianggap berkompeten, sebelum memutuskan untuk membeli atau tidak.

Contoh lain yang lebih sering kita lihat adalah Apple dengan iPhone nya. Tau sendiri kan, bagaimana orang sampai rela mengantri demi mendapatkan produk baru mereka? Ya, itulah kekuatan dari sebuah brand.

Dengan kekuatan ini juga, bisnis franchise bisa berkembang pesat dan memberikan hasil yang cepat bagi para franchisee. Lebih lanjut, sebuah brand dapat mempermudah berbagai urusan dalam bisnis termasuk untuk urusan advertising (periklanan).

Bagaimana bisa orang mempromosikan sebuah produk secara massal tanpa punya brand? Kalaupun nekat, calon konsumen yang berminat pasti akan kebingungan untuk mencari produknya di pasaran.

Nama produknya apa? Cirinya bagaimana? Orang akan sangat sulit untuk mendeskripsikannya.

Untuk dapat memperkuat brand, akan dibutuhkan sesuatu yang diberi nama branding. Branding adalah sebuah aktifitas untuk dapat membuat sebuah brand jadi makin dikenal. Termasuk diantaranya melalui berbagai promosi, campaign, atau kegiatan-kegiatan lainnya. Hal ini akan saya bahas pada posting berikutnya. – vionlin.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here