Beranda Blogging WordPress vs Blogger (Blogspot), Mana Yang Lebih Baik?

WordPress vs Blogger (Blogspot), Mana Yang Lebih Baik?

131
0

Perbandingan wordpress dengan blogspotWordPress vs Blogger (Blogspot), Mana Yang Lebih Baik? – Dalam dunia blogging, ada dua platform yang paling populer digunakan di Indonesia, yaitu platform Blogger (blogspot) dan platform WordPress (selanjutnya akan kita sebut sebagai WP).

Kedua platform ini punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing di berbagai sisi. Dan hal inilah yang membuat cukup banyak pemula yang bertanya-tanya: “Kira-kira bagusan yang mana sih?”.

Ya, pertanyaan seperti itu sudah sering dilontarkan kepada saya berulang kali. Sehingga saya rasa perlu untuk membuatkan bahasan khusus soal ini agar lebih mudah bagi saya untuk menjawabnya di kemudian hari.

Namun sebelum kita mulai bahasannya, kalian mesti tau dulu bahwa WP sendiri dibagi menjadi dua, yakni wordpress.com (versi gratisan atau premium) dan juga wordpress.org (self hosting). Buat yang belum tau perbedaannya, silakan baca bahasan tentang ini pada posting sebelumnya.

Dan disini bahasan kita hanya akan membandingkan antara WP self host dengan Blogger. Karena jika perbandingannya adalah Blogger vs WP versi gratisan, maka bisa dipastikan bahwa yang lebih baik dari segala sisi adalah Blogger.

Perbandingan Antara WP & Blogger

Blogger

Kita mulai dari platform Blogger. Platform ini sangat populer karena kita bisa manfaatkannya secara gratis. Sekali lagi, 100% gratis! Kita dapat membuat sebuah blog atau website sederhana, mengisinya dengan konten, mempublikasikannya, hingga dibaca oleh pengguna internet tanpa dikenakan biaya sepeserpun.

Yang kita perlukan hanyalah membuat akun dan memilih subdomain yang kita inginkan, maka kita sudah bisa langsung menggunakan platform Blogger, yang mana tutorialnya sudah saya buat di postingan ini.

Untuk sebuah service yang diberikan secara gratis, bisa dikatakan bahwa platform Blogger sudah sangat baik. Kita tak perlu memusingkan soal server hosting karena selama ini saya belum pernah mendengar kabar bahwa server mereka bermasalah. Berapapun visitor yang datang ke blog yang kita buat di Blogger, tidak akan membuat blog kita menjadi down (tidak bisa diakses karena overload).

Setidaknya, itu yang saya ketahui. Hanya saja, jika memang blog yang kita buat disana sudah teramat ramai (hingga puluhan ribu pengunjung setiap harinya), maka konon blog kita tersebut akan mendapatkan perhatian khusus dari Google, sang pemilik platform Blogger.

Yang mana jika sedikit saja kita ketahuan melakukan pelanggaran dari ketentuan-ketentuan yang diberikan oleh produk-produk Google (termasuk disini adalah Blogger dan search engine Google), maka blog yang kita buat tersebut sangat mungkin untuk dihapus secara sepihak oleh Blogger / Google.

Yang membuatnya semakin menarik adalah support dari para pembuat template (theme / tampilan blog) pihak ketiga yang menawarkan banyak sekali pilihan tampilan yang bisa kita dapatkan secara gratis. Beberapa template premium memang mengharuskan kita untuk membayar jika ingin menggunakannya. Namun banderol harga yang dipatok terbilang sangat murah dan jauh dibawah harga theme premium wordpress pada umumnya.

Secara default, kita akan mendapatkan subdomain blogspot.com untuk blog yang kita buat disana. Meski begitu, kita juga bisa untuk menggunakan atau memasangkan domain TLD pada blog tersebut. Tentu saja kita harus mengeluarkan biaya untuk domain TLD yang akan kita gunakan, karena itu bukanlah bagian dari service Blogger.

Kekurangan Blogger Dibandingkan Dengan WordPress

Secara tampilan, Blogger terbilang sederhana. Walaupun diluaran sana ada banyak sekali template premium dengan desain menarik, namun menurut saya pribadi template tersebut tidak se-elegan theme premium WP.

Blogger memang sangat mudah digunakan jika kita hanya mementingkan soal konten. Namun dari sisi tampilan, ia akan sedikit membingungkan bagi pemula karena kita harus mengedit kode-kode template nya secara mandiri untuk dapat menerapkan fitur yang mempercantik tampilan blog, yang biasa disediakan pada template premium. Dan jika terjadi kesalahan dalam mengedit, maka tampilannya pun bakal rawan rusak.

Oleh karena Blogger merupakan platform untuk membuat blog atau web sederhana, maka fitur-fitur yang dimilikinya pun tergolong apa adanya. Hanya sebatas membuat posting dan mempublikasikannya. Selebihnya, kita harus memutar otak untuk memperkaya fiturnya. Dan itu bukanlah sesuatu yang mudah bagi pemula.

WordPress

WP selfhost bisa dikatakan sebagai platform yang lebih advance untuk membangun sebuah blog atau website. Dari sisi tampilan, saya rasa WP nampak lebih menarik dan elegan. Walaupun hal itu juga akan ditentukan oleh theme yang kita pakai.

Selain fungsi dasarnya yakni untuk mempublikasikan konten, WP juga didukung dengan berbagai plugin baik gratis maupun berbayar untuk memperkaya fitur dari blog atau website yang kita buat.

Tak seperti Blogger, untuk menambahkan fitur pada WP tergolong sangatlah mudah. Karena kita hanya perlu menginstal plugin yang membawa fitur yang kita inginkan, serta bisa menyesuaikan settingannya tanpa harus mengutak-atik kode apapun.

Sehingga jika dibandingkan dengan Blogger, WP sangat unggul dari segi tampilan dam fitur yang lebih kaya. Sekaligus akan membuat website kita nampak seperti apa yang orang-orang sebut sebagai “web professional”.

Kekurangan WordPress Dibandingkan Dengan Blogger

Mengelola situs WP memang tidak semudah Blogger, namun juga tak sesulit yang dibayangkan. Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum membangun sebuah situs berbasis WP adalah soal hosting yang akan digunakan.

Kita wajib menyewa hosting agar situs yang kita buat bisa diakses. Dan tentu, dari sini saja kita sudah harus mengeluarkan biaya. Lebih lanjut, peran hosting sendiri amat sangat penting bagi eksistensi blog atau website yang kita kelola.

Hosting yang tak cukup tangguh biasanya akan menyebabkan situs kita menjadi tak bisa diakses (down) selama beberapa saat ketika sedang banyak pengunjung yang datang. Maka, amat penting untuk memilih web hosting yang tangguh jika kita menargetkan banyak pengunjung.

Lalu untuk urusan tampilan pun demikian. Memang, secara default kita akan langsung mendapatkan beberapa pilihan theme yang bisa kita pilih. Namun biasanya, theme yang tersedia itu memiliki tampilan yang sederhana.

Agar dapat tampil lebih menarik, kita bisa membeli theme yang disediakan oleh pihak ketiga. Harga untuk sebuah theme WP sendiri biasanya berkisar antara 3 sampai 10 kali lebih mahal (atau bahkan lebih) dibandingkan dengan template premium untuk Blogger. Meskipun ya kembali lagi, untuk dapat menerapkan dan menyesuaikan settingannya bakal jauh lebih mudah.

Tidak seperti Blogger yang nyaris maintenance free, kita sendirilah yang nantinya bakal harus bertindak jika suatu saat terjadi masalah yang tentu tak diinginkan. Bagi pemula, mungkin hal ini merupakan momok yang menakutkan. Padahal nyatanya, masalah yang dimaksud tersebut cukup jarang terjadi.

Kesimpulan

Nah berdasarkan perbandingan kelebihan dan kekurangan masing-masing platform, saya bisa katakan bahwa platform Blogger lebih cocok untuk digunakan oleh pemula, khususnya untuk membuat konten (blog). Karena kita bisa berfokus untuk belajar membuat konten, tanpa perlu memikirkan masalah-masalah yang mungkin terjadi.

Namun bukan berarti WP tidak cocok bagi pemula! Walau nantinya akan lebih ribet di awal, kemudahan dalam mengubah tampilan dan juga penambahan fitur akan menjadi nilai tambah bagi seorang pemula.

Terlebih lagi, tampilannya yang elegan serta fitur nya yang kaya akan sangat cocok untuk sebuah website company profile agar nampak professional. Begitupun jika ternyata kita ingin menggunakannya sebagai platform blogging.

Tak hanya akan membuat blog jadi terkesan professional, tetapi juga akan memanjakan pembaca dengan tampilan yang lebih menarik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here